Presiden China Berjanji Pererat Hubungan dengan Tetangganya

Antara

Antara – Minggu, 13 Juni

IPB Badge

Beijing (ANTARA/Xinhua-OANA) – Presiden China, Hu Jintao, tiba kembali di Beijing Ahad pagi setelah kunjungan lima hari ke Asia Tengah, tempat dia menghadiri temu-puncak Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) ke-10 di Uzbekistan.

Dia juga melakukan kunjungan kenegaraan ke Uzbekistan dan Kazakhstan.

Dalam kunjungan itu, berulang kali Hu dan para pemimpin China Asia Tengah tetangganya untuk terus meningkatkan hubungan mereka, dan bergandeng tangan dalam meningkatkan pengaruh SCO dengan tujuan mengawal perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan.

Hu memulai kunjungan Rabu lalu ke Tashkent. Di kota itu dia dan timpalannya Presiden Uzbekistan, Islam Karimov, menandatangani pernyataan bersama mengenai pengembangan lebih lanjut persahabatan dan kerjasama antara kedua negara.

Di Tashkent dia menghadiri KTT tahunan SCO ke-10. Di forum itu Hu menyerukan diperdalamnya pelaksanaan kerjasama dan pemeliharaan perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Dia juga mengajukan serangkaian usulan untuk penguatan kerjasama dalam kerangka kerja SCO.

Di sela-sela KTT itu, Hu bertemu secara terpisah dengan presiden Rusia, Tajikistan dan Turkmenistan.

Dalam pertemuan-pertemuan itu dicapai perjanjian-perjanjian penting untuk meningkatkan lebih lanjut hubungan persahabatan dan kerjasama antara China dan negara-negara tersebut.

Pada Jumat, Hu melawat ke Astana untuk kedua kalinya ke Kazakhstan dalam enam bulan terakhir. Dia bertemu dengan Presiden Nursultan Nazarbayev, Perdana Menteri Karim Masimov, Ketua Senat Kasymzhomart Tokaevand dan Ketua Majelis Rendah Parlemen, Oral Muhamedjanov.

Kedua pihak berjanji meningkatkan upaya-upaya untuk memperdalam lagi kemitraan strategis, memperluas kerjasama komprohensif dan memperkokoh koordinasi di bidang regional dan internasional.

Kedua pemimpin sepakat bahwa kedua negara harus memperdalam kerjasama di bawah mekanisme bilateral dan multilateral dalam memerangi terorisme, separatisme, ekstrimisme, kejahatan transnasional terorganisasi, perdagangan gelap obat, penyelundupan dan kejahatan-kejahatan lain.

Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam penegakan hukum, pertahanan dan keamanan.

China dan Kazakhstan juga memperdalam koordinasi dan kerjasama dalam kerangka multilateral seperti di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), SCO dan Konferensi mengenai Interaksi dan Tindakan Membangun Kepercayaan di Asia serta berkomitmen untuk meningkatkan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di tingkat kawasan dan global.

sumber: Yahoo! News Internasional Antara –> Antara